Ilmu kebal

debusIlmu kebal adalah ilmu kanuragan yang berfungsi sebagai tameng untuk keperluan bela diri secara ghoib. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap segala macam serangan yang ditujukan untuk melukai badan wadag / fisik anda (misal: pukulan, bacokan, sayatan, tusukan, tikaman, dengan menggunakan senyata tajam, benda tumpul atau tangan kosong), Ilmu kekebalan sekaligus juga memiliki daya kemampuan untuk menyerang musuh dengan kekuatan yang maha dahsyat luar biasa.

Ilmu kebal sudah banyak di dengar oleh masyarakat sejak jaman kerajaan – kerajaan nusantara, jaman wali songo maupun dimasa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dalam sejarah tercatat nama-nama legendaris seperti Sultan Agung Hanyokrokusumo, Kanjeng Sunan Kalijogo, Si Pitung, Kopral Komarudin, dll yang menguasai Ajian Ilmu kebal sehingga tidak mempan terhadap terjangan peluru bedil, sabetan senjata tajam, dll.
Beberapa Ajian Ilmu Kekebalan yang penulis ketahui antara lain : Ajian Brajamusti, Lembu Sekilan, Ajian Tameng Waja, Ajian Lebur Sekethi, Ajian Bengkeleng, Ajian Bandung Bondowoso, Ajian Pancasona, Ajian Rawarontek, Ajian Penatasan, Ajian Tugumanik Jayakusumo, Ajian Kresna Murka, Ajian Ciung Wanara, Ajian Teguh Alot Payung Allah, dll. Sebagai bonus untuk anda para pengunjung blog ini, Saya akan berbagi dua Amalan Ajian Ilmu Kekebalan yaitu : Ajian Brajamusti dan Ajian Tameng Waja. Apabila anda berminat untuk mempelajari ajian Ilmu kekebalan yang lain dapat diperoleh dalam “Kitab Ilmu Kejawen Lengkap” yang bisa diperoleh dan dipesan melalui jalur pribadi.

Ajian Tameng Waja sudah dikenal sejak jaman kerajaan nusantara, mulai dipopulerkan sejak jaman kerajaan Mataram dan Demak Bintoro, Orang yang menguasai ajian tameng waja akan memiliki kekuatan badan dan kekebalan dahsyat, ibarat tubuhnya dilapisi oleh tameng yang terbuat dari besi baja, sehingga seseorang yang menguasai ajian ini tidak akan mempan diserang dengan senjata tajam atau bahkan senjata api sekalipun.

Tetapi untuk menguasai ajian tameng waja ini tidaklah mudah, sebab diperlukan syarat dan lelaku yang sangat berat, seperti dibawah ini :

  1. Pada awal bulan Muharrom (2 Suro) mulai menjalani puasa 40 hari tanpa putus, puasa ini dilakukan sebanyak 3x bulan Muharrom atau 3 tahun berturut-turut.
  2. Selama menjalani puasa, setiap tengah malam habis sholat tahajjud membaca mantra rapalan Ajian tameng waja sebanyak 21x kali pada seember air yang selanjutnya digunakan untuk mandi keramas.
  3. Selama menjalani puasa, setiap habis sholat fardhlu (Isya’) dilanjutkan dengan Sholat Sunat Taubat dan membaca istighfar sebanyak 1000x.
  4. Berikut ini Bacaan do’a, matra – rapalan Ajian Tameng Waja tersebut :

Bismillahirrohmanirrohiim


Niat Ingsun amatek Aji Tameng Waja

Klambiku Wesi Kuning, Sekilan Segemblok kandhele

Ototku Kawat Balungku Wesi

Kulitku Tembaga, Dagingku Waja

Kep-Karekep Barukut,

Kinemulan Waja inten Mekangkang

Sacengkal, Sakilan, Sadempu

Sakehing braja datan nedasi

Mimis bedhil nglumpruk kadi kapuk

Tan tumowo ing badanku

Saka kersaning Allah,

Ya Qowiyyu, Ya Matiin … 3x.

jika ingin mempelajari lebih lanjut silahkan kunjungi www.guruparanormal.com

Incoming search terms: